
Subhanaka la ‘ilma lana illa ma ‘allamtana innaka antal ‘alimul hakim
Q.S Al-Baqarah (2): 32
“Bersyukur” menurut bahasa adalah kata kerja, yang berarti berterima kasih atau mengucapkan syukur. Bersyukur berasal dari kata benda, yaitu syukur, yang berarti rasa terima kasih kepada Allah dan kata predikat, yang menarngkan pernyataan lega, senang dan sebagainya.
Di dalam Alquran, kata syukur terulang sebanyak 75 kali, yang terbesar dalam 69 ayat dan 37 surat dan ditemukan dalam 18 derivasi atau bentuk kata, yaitu: syakara, syakartum, asykuru, tasykurū, tasykurūn, yasykuru, yasykurūn, asykur, asykurū, syukran, syukūran, syākirun, syākiran, syākirūn, syākirīn, syakūrun, syakūran, masykūrān.
Salah satu ayat yang menerangkan tentang bersyukur adalah pada Surat Ibrahim Ayat 7 yang artinya:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Q.S. Ibrahim (14): 7
Menurut Imam Ibnu Al Qayyim, terdapat beberapa lima fitur dari bersyukur, yaitu 1) Kerendahan hati (tunduk) di hadapan Allah SWT; 2) Rasakan kebajikan dan cinta untuk Allah SWT; 3) Mengakui bahwa segala nikmat dan karunia adalah dari-Nya; 4) Memuji, mengagumi dan mengakui semua berkah tanpa mengeluh; 5) Menahan diri dari menggunakan nikmat dan karunia-Nya dalam cara yang tidak disukai oleh-Nya.
Selanjutnya, terdapat Terdapat tiga dimensi cara untuk bersyukur, yaitu bersyukur dengan hati, bersyukur dengan lisan dan bersyukur dengan perbuatan.
Bersyukur dengan hati, hal ini berarti seorang muslim harus merasa dalam hutang, berterima kasih dan bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Hal ini harus dilakukan dengan perasaan rendah hati, bukan sebaliknya yaitu perasaan arogansi.
Bersyukur dengan lisan, merupakan tahap kedua dalam bersyukur, yaitu bersyukur dengan menyebutkan dan memuji nama-Nya. Seperti, cara yang paling sederhana, yaitu mengucapkan kalimat bacaan tahmid atau Hamdallah.
Selanjutnya, bersyukur dengan perbuatan, merupakan ekspresi final dalam bersyukur. Seperti melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala perbuatan yang dilarang oleh-Nya. Rasa syukur bisa terpanjatkan melalui Ibadah dan menahan diri dari kegiatan yang melanggar hukum atau tidak diperbolehkan di dalam Islam.
Demikian sekilas mengenai bersyukur, semoga bermanfaat, khususnya untuk penulis dan semoga kita semua termasuk dari golongan hamba-Nya yang pandai bersyukur. Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [aam]
Sumber:
- Ali, S.A., Ahmed, M., Bhatti, O.K. et al. (2020). Gratitude and Its Conceptualization: An Islamic Perspective. J Relig Health 59, 1740–1753. https://doi.org/10.1007/s10943-019-00850-6
- Fatmawati, Mila. (2018). Analisis Semantik kata Syukur dalam Alquran. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djadi Bandung.
- KBBI Kembdikbud Online. Bersyukur. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/bersyukur diakses pada 6 Maret 2023 Jam17.00 WIB
- KBBI Kembdikbud Online. Syukur. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/syukur diakses pada 6 Maret 2023 Jam17.00 WIB