
Chatbot, dapat diartikan sebagai sarana komunikasi yang memungkinkan adanya interaksi antara manusia dengan komputer melalui bahasa yang natural dengan mengutilisasi sebuah teknologi bernama Natural Language Processing (NLP).
Chatbot sendiri, telah muncul sejak lebih dari 50 tahun lalu. Beberapa Chatbot keluaran awal yang cukup dikenal adalah ALICE, ELIZA dan Smartchild. Sampai berkembang menjadi bentuk yang lebih modern seperti Alexa (Amazon) dan Siri (Apple). Hinggga dikenal Chatbot fenomenal saat ini, yaitu Chat GPT, sebuah Chatbot Artificial Intelligence yang dikembangkan oleh Open AI.
Seiring berkembangnya Chatbot, utilisasinya telah digunaka diberbagai industri, utamanya pada industri customer service. Selain industri tersebut, Chatbot juga digunakan dalam dunia pendidikan.
Bidang Pendidikan
Berdasarkan sebuah penelitian. Bidang pendidikan yang paling banyak mengutilisasi Chatbot berdasarkan artikel-artikel yang dikumpulkan, adalah ilmu komputer (33%), pembelajaran umum (27%) dan juga bahasa (17%).
Sedangkan bidang lainnya (±23%), terdiri dari matematika, regulasi perpajakan, pendidikan keagamaan, rekayasa, fisika, pendidikan anak dan psikologi.
Platform & Role
Platform yang digunakan, dalam utilisasi Chatbot di dunia pendidikan, adalah website(69,4%), mobile (16,6%) dan sisanya menggunakan desktop.
Sedangkan, role yang dimiliki oleh Chatbot, antara lain adalah Pengajar, Sebaya, Murid dan Motivator.
The field
Spesialisasi bidang Chatbot pun berbeda-beda, seperti: Pembelajaran yang dipersonalisasi, pembelajaran eksperimental, dialog sosial, pembelajaran sosial, pembelajaran kolaboratif dan belajar melalui mengajar.
Cara evaluasi
Beberapa cara untuk evaluasi keefektivitasan penggunakan Chatbot dalam pembelajaran dapat mengguanakan: 1) Eksperimen; 2. evaluasi Pembelajaran; 3) Kuesioner; dan 4) Diskusi Group Terfokus (FGD).
Penggunaan Chatbot bisa menghasilkan suatu yang positif, seperti metode pengajaran yang menyenangkan, pengembangan dalam pendidikan menggunakan teknologi terkini serra meningkatkan motivasi serta meningkatkan efektivifas belajar-mengajar.
Limitation
Selain dengan banyak kelebihannya, terdapat juga keterbatasan-keterbatasan dari penggunaan Chatbot dalam pendidikan, yaitu:
- Dasaset training yang masih terbatas, sehingga akurasi dan model masih sangat terbatas;
- Kekurangan keterlibatan user dalam Pembuatan design (User-centered design). Pada sebuah produk yang baik, diperlukan keterlibatan atau saran dari sejak desain dilakukan;
- Semakin membosankam, apabila tidak terdapat pemutakhiran secara berkala. Sehingga untuk melakukan pemutakhiran berkala, diperlukan banyak sumber daya;
- Kekurangan umpan balik dari user. Hal ini merupakan suatu yang penting, sehingga dari umpan balik tersebut atau owner dapat mengambil keputusan untuk;
- Distraksi dari informasi lain di dalam perangkat. Terutama bagi anak yang mudah terdistraksi, seperti terdapat notifikasi media sosial, maupun tiba-tiba telepon.
Demikian terkait dengan chatBOT yang merupakan summary dari sebuah artikel jurnal berikut:
Kuhail, M.A., Alturki, N., Alramlawi, S. et al. (2023). Interacting with educational chatbots: A systematic review. Educ Inf Technol 28, 973–1018. https://doi.org/10.1007/s10639-022-11177-3
Terima kasih telah membaca, mari berdiskusi! [aam]