
Pada tulisan kali ini, penulis ingin mencoba untuk mengulas terkait tentang statistika, yaitu teknik pemilihan sample atau sampling techniques. Pemilihan sampel sendiri merupakan suatu teknik untuk mengumpulkan representasi data dari sebagian populasi, karena pada banyak kasus, sangat sulit untuk mendapat data dari keseluruhan populasi.
Walaupun teknik sampling diperbolehkan, hampir tidak mungkin untuk memperoleh gambaran 100% benar dari populasi hanya dengan sampling. Terdapat perbedaan antara kondisi populasi dengan sample, yang disebut dengan error. Hal yang dapat dilakukan oleh seorang peneliti adalah mengurangi tingkat error tersebut, sehingga simpulan yang dihasilkan dari sample tidak berbeda secara signifikan dengan populasi.
Secara umum teknik sampling atau pemilihan sampel dapat dibagi menjadi dua, yaitu Probability Sampling dan Non-Probability Sampling.
Probability Sampling
Probability Sampling merupakan sebuah cara pengambilan sampel yang dilakukan secara acak untuk mengurangi bias dari pemilihan sampel. Beberapa teknik probability sampling, diantarnya adalah:
Random Samples
Merupakan teknik pemilihan sampel yang memastikan bahwa sampel memiliki karakteristik yang sama dengan populasi dan untuk mengurangi error dengan memilih sampel secara acak. Setiap individu dalam populasi, memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih dan diikutsertakan di dalam studi.
Cluster Samples
Merupakan sebuah pemilihan sampel dengan melakukan pengelompokan berdasarkan wikayah tertentu, misal perkota atau perprovinsi. Lalu setelahnya di dalam kelompok tersebut akan dilakukan pemilihan secara acak, sehingga sampel akan memiliki karakter yang mirip. Biasanya teknik pengambilan sampel ini digunakan pada wilayah yang luas, seperti sebuah provinsi atau negara.
Stratified Random Samples
Teknik pemilihan sampel ini digunakan apabila terdapat kelompok yang memiliki jumlah yang sangat berbeda satu sama lain, sehingga peneliti akan membagi kelompok yang homogen atau layer yang disebut dengan strata.
Non-Probability Sampling
Merupakan teknik pemilihan sampel yang tidak acak dalam proses pemilihannya. Hasil dari pemilihan sampel ini, tidak dapat dipastikan menjadi representatif dari populasi secara total. Dua contoh dari Non-Probability Sampling adalah Chunk Sampling dan Volunteer Sampling.
Chunk Sampling
Merupakan pemilihan sampel secara langsung terhadap orang atau spesimen yang ada pada kondisi dan waktu diadakannya pengambilan data. Misal 10 orang yang pertama kali ditemui dari populasi tersebut menjadi sampel yang diambil.
Volunteer Sampling
Merupakan teknik sampel dengan membiarkan sampel yang sukarela mengikuti penelitian untuk diambil datanya. Misalnya seperti voting di media sosial secara terbuka, seperti di twitter atau platform lain.
Demikian sekilas terkait dengan teknik pemilihan sampel, sampai jumpa pada artikel lainnya terkait dengan data dan juga penelitian.
Sumber: Janicak, C.A. (2017). Applied Statistics in Occupational Safety and Health 3rd Edition. Bernan Press: London.
[aam]